Silahkan Ikuti Situs SonetamaniaDotCom

Ikuti Berita Terbaru Dari Sonetamania.com dan silahkan ketikan email yg valid dalam kolom dibawah ini.

Visi & Misi Sonia

VISI DAN MISI


VISI :


SONETA MANIA Di dirikan pada Tahun 2009 yang Menjadikan SONETA MANIA (SONIA) sebagai database sumber informasi tentang Rhoma Irama dan Soneta Group yang dapat diakses oleh semua penggemar sekaligus ajang interaksi dan komunikasi

MISI :


1. Melestarikan dan men-syiarkan musik-musik Rhoma Irama dan Soneta

2. Menjalin silaturahmi dan persahabatan sesama penggemar

3. Memberikan informasi tentang Rhoma Irama dan Soneta Group kepada semua penggemar secara rutin dan terus menerus


STRUKTUR ORGANISASI

PENGURUS :


Ketua : Yudhi Kelana
Sekretaris : Nabila Arini
Bendahara : Bobby Mulyadi

SEKSI-SEKSI :


Organisasi dan Keanggotaan :

- M. Soleh
- Bunga Cempaka


2. Humas dan Informasi :

- Muhamad Nur
- Tata Steinberger

REDAKSI WEBSITE :


1. Yudhi Kelana
2. Muhamad Nur
3. M. Soleh

Live Support

Untuk Info Lebih Lanjut,Sahabat bisa PM Salahsatu Alternatif dibawah ini
YudiKelana        Admin
Muhamad Nur    Admin

Soleh Mohamad Moderator
Bobby Mulyadi   Bendahara

 

Jumlah Pengunjung Web Sonia

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini44
mod_vvisit_counterKemaren85
mod_vvisit_counterMinggu Ini374
mod_vvisit_counterBulan Ini2298
mod_vvisit_counterSemua1272491

SuaraSoneta.Com

Live Streaming full 100% lagu-lagu Rhoma Irama & Soneta hanya di www.suarasoneta.com

Like FanPage SONIA



Komentar Terakhir

SONIA


:::SONIA::: SONETA MANIA - FORUM SILATURAHMI
Pertunjukan tunggal SONETA 30 tahun silam PDF Cetak Email

Pertunjukan tunggal SONETA 30 tahun silam yang memecahkan rekor penonton terbanyak. ( 18 Agustus 1985 )

Tahun 1985 bisa dikatakan tahun-tahun sulit bagi Rhoma Irama dan Soneta. Betapa tidak, peristiwa perceraian Rhoma Irama dengan Ibu Veronica begitu menghentak para penggenar Soneta. Kecaman, cacian dan hujatan tidak henti-hentinya termuat dalam berbagai mass media. Bahkan ada penggemar fanatik yang karena begitu kecewanya mendengar berita terebut langsung mengumpulkan seluruh kaset koleksinya di tengah jalan raya dan membakarnya dengan penuh amarah. Banyak media menulis inilah akhir dari perjalanan karir Rhoma Irama dan Soneta. Tetapi ternyata Rhoma Irama dan Soneta tidak goyah atas semua goncanga tersebut. Rhoma berprinsip : " Biarpun berjuta orang ingin menjatuhkan bila Allah belum menghendaki, hal itu tidak akan pernah terjadi. Begitupun sebaliknya, biarpun berjuta orang memuji setinggi langit bila Allah ingin menghinakan, bagi Allah itu semudah membalik telapak tangan."

 
VERI JALIZAR : " MENGAPA HARUS MALU JIKA MENGGEMARI SONETA ? PDF Cetak Email

KISAH KELANA :

Boleh dikatakan saya ini menjadi penggemar Rhoma Irama dan Soneta sejak masih dalam kandungan. Orang Tua saya keduanya penggemar Rhoma Irama dan Soneta, bahkan ibu saya dulu salah satu penyanyi dari grup OM Teruna Ria, pimpinan pak Bustami L, yang pada tahun 70-an cukup kondang di wilayah Sumatera, dan kabarnya Rhoma Irama perrnah menghibahkan salah satu gitarnya untuk grup Teruna Ria. Menurut Ibu saya, beliau pertama kali bertemu dengan ayah saya pada saat sama-sama nonton pertunjukan musik Soneta, mereka berkenalan dan akhirnya menikah.

Saya tidak pernah malu mengakui kepada siapapun jika saya adalah penggemar musik Rhoma Irama dan Soneta, termasuk dilingkungan kerja saya di salah satu Bank di Riau, bahkan pimpinan ditempat saya kerja-pun mengaku menyukai lau-lagu Rhoma dan Soneta. Lagipula kenapa harus malu ? Musik Rhoma dan Soneta sudah diakui dunia, dipelajari oleh mahasiswa dari puluhan Negara di Pitsburgh University, Amerika Serikat. Prestasi Rhoma bersama Soneta sudah tercatat di Museum Musik di Amerika, dinobatkan sebagai South East SAsia Superstar oleh Majalah Asiaweek, dan banyak lagi.

 
Berita lain seputar album Pementasan Soneta Group di Stadion Tambaksari, Surabaya, 14 Agustus 1982 PDF Cetak Email

Lebih dari 20.000 ribu penonton hadir menyaksikan pertunjukan Soneta di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya. Stadion yang berkapasitas 40.000 orang itu penuh sesak oleh massa penggemar Soneta. Panggung yang dipasang tepat ditengah lapangan tersebut membuat seluruh area lapangan padat oleh manusia.

Pertunjukan yang dimulai pada pukul 20.45 WIB (mundur 45 menit dari yang dijadwalkan) dibuka dengan penampilan dari Soneta Girl pimpinan Hj. Veronica Irama. Soneta Girl menghentak dengan membawakan seluruhnya lagu-lagu milik Soneta Group seperti " Ghibah, Haram, Sahabat, Rambate rata hayo, dll ".

Rhoma Irama dan Soneta tampil satu jam kemudian dengan membuka pertunjukan dengan lagu " Laailaahaillallah " yang diambil dari album sondtrack film Raja dangdut. Menginjak lagu ke-dua penonton berteriak meminta Rhoma membawakan lagu Indonesia yang saat itu memang tengah menjadi hit sebagai album terbaru Soneta volume yang ke-11. Rhoma sepertinya memang sengaja menyimpan lagu Indonesia untuk dibawakan pada deertan brikutnya karena ia menggebrak selanjutnya dengan lagu " Adu Domba". Penonton larut dalam hentakan musik diselingi tepuk tangan pada pertengahan lagu, apalagi Rhoma dan Soneta secara atraktif membawakan lagu persisi dengan koreografi lagu pada film Badai diawal bahagia.

 
Falcon Music merilis album soundtrack film Comic 8 PDF Cetak Email

Falcon Music merilis album soundtrack film Comic 8 : Casino King dalam paket khusus yang terdiri dari 2 keping CD (part 1 dan part 2) dengan harga paket Rp. 49.000,-

Yang cukup aneh adalah ternyata dalam CD part 2 tersebut seluruhnya memuat lagu-lagu SONETA mulai dari Judi, Santai, 200 juta, Gali Lobang, Stress dll.

Dalam hati bertanya2, ini yang dijual CD soundtrack film atau CD lagu-lagu SONETA ?

Padahal para penggemar berharap Falcon merilis DVD karaoke yang sudah direkam beberapa bulan silam atau merilis lagu-lagu SONETA yang sudah direkam namun belum beredar semacam lagu Gala gala (versi duet dengan TP Noor), Menunggu (versi solo Rhoma Irama), Kurang Garam, Kita adalah satu (versi SONETA), Zulfikar (new arr).

 

 
KISAH2 SEPUTAR ALBUM VOL 3 SONETA (RUPIAH) PDF Cetak Email

1. Album terakhir bergabungnya Elvy Sukaesih bersama SONETA

Karena adanya ketidak cocokan mengenai Kontrak, Elvy Sukaesih memutuskan untuk mundur dari Soneta Group. Mundurnya Elvy S ternyata menimbulkan "perselisihan" yang cukup panjang yang pada akhirnya melibatkan Yukawi dan Remaco. Menghindari gugatan dari Remaco yang akhirnya merekrut Elvy Sukaesih, pihak Yukawi mengganti cover album Soneta yang menampilkan foto Elvy Sukaesih (vol 1-3) dengan foto Rhoma Irama sendiri.

2. Master album Volume sempat "dicuri".

Album Rupiah dirilis menjelang kepergian Rhoma Irama ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji. Dalam waktu itu master album volume 3 sempat "dicuri" yang kemudian ternyata "dipegang" oleh Remaco yang merasa telah membeli dari pihak Rhoma. Remaco kemudian merilis 3 lagu dalam album Rupiah yaitu Rupiah, Birahi dan Hello-hello dengan vocal Nanang Kosim dan mengganti judul Rupiah menjadi Uang, Birahi menjadi Nafsu dan Hello-hello menjadi Apa Kabar.

 
Pertunjukan Soneta Grup di Taman Ria Monas pada tanggal 21 Mei 1977 PDF Cetak Email

Berikut ini cuplikan berita pertunjukan Soneta Grup di Taman Ria Monas pada tanggal 21 Mei 1977 yang diambil dari majalah TOP:

Burn dan beberapa biji lagu ampasnya Purple diraungkan The Irti’s, itu kelompok musik yang jadi tuan rumah di Taman Ria Monas, sekaligus merupakan babak-babak pemanasan sebelum acara pokok malam itu dipagelarkan. Pancaragam dangdut dengan sang superstar H. Oma Irama!

Sekedar berhingar bingar memang Irti’s ada kemampuan. Tak lebih dari itu. Dari permainan mereka dapat diterka, The Irti’s sebenarnya lebih cocok sebagai band pengiring seperti yang sudah-sudah. Untuk tampil sebagai kugiran pekak telinga mereka harus belajar banyak. Tidak mudah mencapai itu. Selain pintar meniru, harus juga berkemampuan mengaransir sendiri, agar tidak terlalu mirip dengan aslinya. Kemudia stage act yang mencakup juga penampilan, kostum serta bloking panggung harus dipikirkan juga. Tapi yang paling penting adalah factor instrumen. The Irti’s harus melengkapi peralatan mereka sebagaimana layaknya kugiran pekak telinga, termasuk sound system dengan kapasitas besar dan lighting tentunya. Mudah-mudahan saja harapan ini bisa jadi bahan pemikiran tuan-tuan yang berada dibelelakang kugiran ini. Orang-orang Taman Ria Monas!.

 
SHOW OMA IRAMA DAN ELVI DIKOTA SEMARANG MELEDAK PDF Cetak Email

Berikut ini kutipan berita laporan show Soneta di Semarang yang dimuat dimajalah Varia Nada tahun 1975.

SHOW OMA IRAMA DAN ELVI DIKOTA SEMARANG MELEDAK

Masyarakat Semarang dan sekitarnya belum lama ini diajak berdangdut oleh Oma Irama-Elvy Sukaesih yang mengadakan pertunjukan musik di Taman Hiburan Diponogoro. Kedua artis ini sejak lama menjadi kesayangan masyarakat Semarang yang gemar musik dangdut.

Jam 19.30, karcis sudah terjual habis, tetapi penonton masih berdatangan terus, O.M. Soneta dengan peralatan yang lengkap dan modern membuka acara pada pukul 20.10 dengan dua buah lagu. Menyusul Elvie menyuguhkan lagu berjudul “Kejam”.

Sebelum lagu selesai dinyanyikan, terdengar suara keras. Ternyata sebuah bangunan telah ambruk, akibat tidak kuat ditumpangi puluhan manusia. Belum lagi lagu kedua elvy selesai, terdengar lagi ribut-ribut : seorang anak kecil pingsan.

Neneng susanti lalu membawakan lagu “Lonceng” dan “curi-curi” secara berduet dengan salah seorang anggota Panitia bernama Kotib. Beberapa sandal jepit terlihat melayang ke udara, demikian juga batu-batu kecil sebagai pelampiasan emosi bahwa mereka tak bisa ngibing kecuali menggerakan tangan. Jangankan untuk berjoget, sedang menggerakan kaki saja amat sukar.

 
RHOMA IRAMA “ROBOHKAN” 4 RUMAH DAN PULUHAN PAGAR MILIK WARGA PDF Cetak Email

Ribuan warga Jakarta Barat, khususnya daerah Kemanggisan, Jakarta Barat, tumpah ruah memenuhi sebidang tanah lapang yang jadikan lokasi panggung pertunjukan Rhoma Irama bersama Soneta, April 1976.
Pertunjukan gratis tersebut diselenggarakan oleh H. Rodjali, salah seorang tokoh masyarakat terpandang di wilayah Kemanggisan sebagai hiburan bagi masyarakat dalam rangka resepsi pesta pernikahan anak kandungnya.

Bagi warga Kemanggisan, kehadiran Rhoma Irama bersama Soneta untuk memberi hiburan secara gratis ini merupakan peristiwa besar yang berlangsung untuk pertamakalinya karena selama ini Rhoma Irama kerap mengunjungi kerabat dekatnya sebagai kunjungan pribadi tanpa melibatkan grup musiknya.

Seminggu sebelum pertunjukan, kabar akan tampilnya Rhoma Irama dan Soneta sudah tersebar luas keseluruh pelosok Jakarta Barat dan sekitarnya. Apalagi berita ini turut diumumkan pula lewat selebaran yang disebarkan dengan mobil bak terbuka.

Penonton sudah memenuhi lokasi pertunjukan sejak siang hari padahal pertunjukan akan dimulai pada pukul 8 malam. Suasana sekitar lokasi pertunjukan dipenuhi ratusan pedagang dadakan yang menjajakan berbagai macam barang dagangan persis seperti pasar malam.

 
RHOMA IRAMA : MUSIK ROCK ITU TEROMPET SYETAN PDF Cetak Email

Pertengahan tahun 1980, dunia musik sempat geger. Sebuah Koran " Merah " (Sentana) membuat headline berita " RHOMA IRAMA : MUSIK ROCK ITU TEROMPET SYETAN ". Sontak para musisi rock bereaksi keras mengecam pernyataan Rhoma yang dimuat koran tersebut. Ucok Aka harahap, yang pernah tampil bersama Rhoma dalam film Darah Muda mengatakan, " kalau musik rock itu terompet syetan berarti musik Rhoma itu seruling syetan karena dia memadukan musik rock dengan dangdut Sonetanya".

Rhoma Irama akhirnya menanggapi "bola liar" yang berkembang atas berita tersebut dengan membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Achmad Albar dan ditembuskan kepada Gito Rolies, Sylvia Sartje dan tentu saja koran Sentana yang memuat berita itu.

Dalam suratnya Rhoma mengatakan bahwa berita itu adalah kutipan "bincang-bincang" nostalgia yang membicarakan kisah perseteruan antara musik rock dan dangdut tahun 70-an. Namun sebagian orang ada yang mengatakan bahwa ini adalah bagian dari strategi bisnis mengingat masalah ini juga dibahas dalam satu adegan dalam film "Perjuangan dan Doa " yang akan dirilis pada bulan Juni itu juga (kalau bahasa sekarang "settingan"...wallahu alam..)

 
HARLAH SONIA KE 6 - 29 MEI 2015 PDF Cetak Email

YA, KAMI SONETA MANIA

Berawal dari kegemaran akan musik yang sama yaitu SONETA, pertemuan dan kebersamaan dimulai. Jauh sebelum era facebook ditahun 2009, kami sudah saling mengenal dan berinteraksi satu dengan yang lain.

Cerita bermula dari homepage Soneta Group yang dibuat secara pribadi oleh saudara kami Ahmad Abdul Haq, salah seorang penggemar Soneta yang saat itu berdomisili di Semarang. Dalam homepage itu terdapat halaman chatting yang dapat diakses melalui yahoo dengan alamat soneta@yahoogroups.com. Dari chatting inilah kami sering berbagi informasi tentang kegiatan musik Soneta, baik album maupun pertunjukan panggung.

Tahun 2007, Rhoma Irama membuat website dengan alamat www.rajadangdut.com. Belakangan kami menyadari bahwa ternyata website itu dibuat lebih sebagai sarana promosi bagi penjualan RBT lagu-lagu Soneta yang dipasarkan oleh Falcon Music selaku pemegang hak edar atas album-album Rhoma Irama. Ini bukanlah tanpa alasan, sebagai website sudah seharusnya diisi dengan discography, filmography dan juga biography dari Rhoma Irama dan Soneta Group. Namun pada kenyataannya pada web tersebut tidak akurat dalam mengisi data album, film dan perjalanan karir Rhoma Irama bersama Soneta Group. Bukannya menjadikan sebagai media informasi, website malah mengambil data dari artikel-artikel yang sudah dimuat media pada umumnya sehingga kerap terdapat data yang tidak akurat. Pertanyaan dari para penggemar-pun kerap tidak terjawab oleh admin website tersebut. Melihat kondsis ini kami-pun berinisiapatip menjawab apa yang ditanyakan penggemar termasuk mengupdate jadwal panggung Soneta yang sering tidak diupdate oleh admin. Dan pada akirnya website tersebut-pun “tumbang” hingga saat ini.

 
BERBURU VIDEO KONSER SONETA TAHUN 80-AN PDF Cetak Email

Saat ini berburu kaset dan PH lawas SONETA mungkin sudah tidak begitu menarik lagi karena meskipun harga relative tinggi namun persedian barang masih cukup banyak tersedia walau harus ekstra sabar dan rajin hunting ke tempat-tempat penjualan barang “loak”.

Tantangan kali ini adalah berburu kaset pita atau kaset video pertunjukan panggung SONETA tahun 80 dan 90-an. Untuk video pertunjukan SONETA tahun 2000an tentunya bukan hal yang sulit lagi untuk didapatkan. Seiring berkembangnya teknologi Hp dan kamera yang dilengkapi alat perekam, para penggemar bisa dengan mudah merekam setiap pertunjukan SONETA tanpa harus repot-repot membawa handycam atau alat perekam sejenis. Belum lagi laman youTube yang menyediakan ruang bagi siapapun untuk mengunggah hasil rekamannya tanpa ada batasan (termasuk yang kategori “cabul” sekalipun).

Sekitar tahun 84, saat SONETA Group masih “diharamkan” tampil di layar TVRI (satu-satunya siaran TV saat itu), para penggemar sangat mengharapkan adanya film khusus yang menampilkan penampilan panggung SONETA secara utuh. Selama itu para penggemar hanya bisa menyaksikan penampilan panggung SONETA lewat adegan dalam film yang biasanya menyisipkan 2 lagu panggung. Hal ini tentu saja kurang memuaskan “dahaga” para penggemar.

 
RHOMA IRAMA “MENYERBU” JEPANG PDF Cetak Email

Berikut ini cuplikan berita pertunjukan Soneta di Jepang yang dimuat harian KOMPAS 16 September 1992.

RHOMA IRAMA “MENYERBU” JEPANG

Untuk pertama kalinya Rhoma Irama menggoyang publik Jepang dengan pertunjukan musik dangdutnya. Raja dangdut dari Indonesia yang sudah dikenal di Jepang melalui nomor-nomor rekamannya itu Minggu (13/9) lalu tampil di Teater Cocoon Bankamura, gedung bergengsi dikawasan elite Shibuya, Tokyo, yang berkapasitas 747 tempat duduk.

Penonton yang hampir memenuhi kapasitas gedung sangat responsive. Mereka bertepuk dan bersenandung meningkahi lagu-lagu lama dan baru Rhoma Irama, dari tata suara berkekuatan 60.000 watt.

Setelah dituntun Rhoma sebelum pemimpin Soneta Grup itu membawakan lagu terbaru “Adu Domba”!. Rhoma menyanyikan lagu itu tentang ancaman adu domba dan ajakan agar kita menjadi penggembala diantara kawanan domba. “Demi kesenangan, domba kesakitan...” lantunnya. Penonton meresponnya dengan teriakan. “Adu Domba, adu domba, adu domba...”. mereka yang membayar tiket masuk sekitar 2.500-5.000 yen, juga kegirangan mengisi ritme dengan keplok-keplok ketika Nur Halimah membawakan lagu lama Kuda Lumping.

 
SONETA GARAP ALBUM KARAOKE PDF Cetak Email

Ditengah lesunya industry music di tanah air, Rhoma Irama dan Soneta saat ini tengah menggarap album baru. Album ini memang tidak memuat lagu baru, melainkan album khusus 40 lagu-lagu hits SONETA dalam format DVD Karaoke.

Dipilihnya album karaoke ini karena pihak Falcon Music melihat adanya peluang emas yang bisa digarap sehubungan dengan makin maraknya tempat-tempat karaoke di seluruh pelosok Nusantara.

Sebagai group legendaris dengan ratusan lagu hits, album ini diyakini akan mendapat response positif dari penggemar music Indonesia, khususnya penggemar lagu-lagu SONETA.

 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL