Silahkan Ikuti Situs SonetamaniaDotCom

Ikuti Berita Terbaru Dari Sonetamania.com dan silahkan ketikan email yg valid dalam kolom dibawah ini.

Visi & Misi Sonia

VISI DAN MISI


VISI :


SONETA MANIA Di dirikan pada Tahun 2008 yang Menjadikan SONETA MANIA (SONIA) sebagai database sumber informasi tentang Rhoma Irama dan Soneta Group yang dapat diakses oleh semua penggemar sekaligus ajang interaksi dan komunikasi

MISI :


1. Melestarikan dan men-syiarkan musik-musik Rhoma Irama dan Soneta

2. Menjalin silaturahmi dan persahabatan sesama penggemar

3. Memberikan informasi tentang Rhoma Irama dan Soneta Group kepada semua penggemar secara rutin dan terus menerus


STRUKTUR ORGANISASI

PENGURUS :


Ketua : Yudhi Kelana
Sekretaris : Nabila Arini
Bendahara : Bobby Mulyadi

SEKSI-SEKSI :


Organisasi dan Keanggotaan :

- M. Soleh
- Bunga Cempaka


2. Humas dan Informasi :

- Muhamad Nur
- Tata Steinberger

REDAKSI WEBSITE :


1. Yudhi Kelana
2. Muhamad Nur
3. M. Soleh

Live Support

Untuk Info Lebih Lanjut,Sahabat bisa PM Salahsatu Alternatif dibawah ini
YudiKelana        Admin
Muhamad Nur    Admin

Soleh Mohamad Moderator
Bobby Mulyadi   Bendahara

 

Jumlah Pengunjung Web Sonia

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini553
mod_vvisit_counterKemaren723
mod_vvisit_counterMinggu Ini5428
mod_vvisit_counterBulan Ini553
mod_vvisit_counterSemua1184881

SuaraSoneta.Com

Live Streaming full 100% lagu-lagu Rhoma Irama & Soneta hanya di www.suarasoneta.com

Like FanPage SONIA



Komentar Terakhir

SONIA


:::SONIA::: SONETA MANIA - FORUM SILATURAHMI
HARU BIRU DI HAUL 10 TAHUN ALM. AWAB PURNAMA PDF Cetak Email

“ Saya berada pada pilihan yang sangat dilematis. Saya harus memilih mengikuti perintah Ibu atau memegang teguh sumpah janji sesame teman”. Demikian Rhoma Irama mengatakan sambil terisak dengan kalimat yang terbata-bata pada acara peringatan Haul 10 tahun wafatnya Awab Haris, pemimpin OM Purnama, di kediaman putri Awab, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Puluhan artis alumni “kampus Purnama” hadir pada acara tersebut, mulai dari Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Mansyur S, Titing Yeni, Nayo Maimunah, Djufari (operator rekaman Remaco) dan tak ketinggalan personil OM Purnama yang masih tersisa yaitu Pak Soleh, pemain gendang, sementara pak Sugiri, pemain kalrinet berhalangan hadir.

Lebih lanjut dalam sambutannya Rhoma mengatakan :

“ Almarhum Awab Haris adalah sosok besar bagi music dangdut. Saya memimpin SONETA dan menjadi Raja Dangdut sudah 44 tahun lamanya. Peran tokoh-tokoh dangdut ini (sambil menyebut Murad Haris, Awab Haris, Abdullah, Shahab). Murad Haris itu guru besar saya. Saya menjadi besar seperti sekarang ini tak lain atas peran Murad Haris, SONETA menjadi besar juga peran dari Purnama. Sebelum dengan Puranama saya nyanyi bersama Orkes Chandraleka pimpinan Umar Alatas. Ada dua lagu saya bawakan yaitu Ingkar Janji dan Teruna Jelita. Saya juga pernah bersama Indraprahasta pimpinan Murad Haris.

 
Soneta The Crew 2 PDF Cetak Email

H. RISWAN (Keyboard/Organ)

" Tidak ada group musik yang didirikan dengan ikrar dan sumpah selain SONETA. Saat itu kita berikrar untuk bersama-sama membentuk satu group dengan dua tujuan utama, pertama untuk mengangkat harkat musik dangdut dan yang kedua untuk melawan pengaruh2 barat yang negatif terhadap musik, khususnya musik dangdut itu sendiri. Saat itu semua musik identik dengan kesesatan. Mabuk dan perzinahan itu menjadi kebiasaan para musisi. Berangkat dari kesadaran untuk memperbaiki diri inilah SONETA di ikrarkan. Sebelum bersama SONETA saya tergabung dalam OM Rajawali dan OM Bhayangkara bersama dengan Haji Nasir dan Almarhum Haji Ayub. Kami rutin bermain di Jakarta Fair, Taman Ria Monas ataupun Planet Senen.

Tidak pernah terbayangkan SONETA akan menjadi seperti ini. Awal pembentukannya pun banyak mendapat cibiran, apalagi misi kita yang saat itu untuk mengangkat harkat musik dangdut untuk sejajar dengan musik-musik lain di Negeri ini. Apalah artinya SONETA saat itu dibanding dengan group dangdut yang sudah punya nama semacam OM Purnama? Banyak yang pesimis, namun kita tetap istiqomah memperjuangkan musik SONETA ini. Dan alhamdulillah, semua keraguan terbayar. SONETA masih tetap eksis hingga hari ini. SONETA satu-satunya Group musik tertua di Indonesia yang masih eksis mengisi panggung pertunjukan terbuka dan merilis album kaset secara berkala. Group-group musik baik itu Pop, Rock maupun Dangdut yang seangkatan dengan kami sudah tidak terdengar lagi, sekalipun tampil mereka hanya sebatas reuni dan tidak melakukan show dan merilis album baru.

 
Ngobrol Bareng H. Riswan "Keyboardist Soneta" PDF Cetak Email

" dulu awal-awal rekaman tahun 73 sampai akhir 80-an kita rekaman sedikitnya 10 lagu setiap bulan. Kita ngga pernah tau itu untuk album volume berapa dan kapan akan dirilis. Taunya kita latihan, rekaman, show, itu aja. Boleh dibilang kita lebih banyak ada di studio daripada di rumah, lebih sering kumpul bersama personil daripada bersama keluarga. Dengan seringnya kumpul di studio jadi lebih banyak ide-ide yang mengalir. Tiap hari ngulik musik, berkutat di studio. Haji tiap hari bikin lagu. Kalaupun ia keluar kota dalam waktu 2-3 hari, nanti pas datang ke studio pasti udah bawa materi lagu baru.

Biasanya baru sebatas pakai gitar bolong atau piano, lirik-pun masih senandung. Kita bedah sama-sama di studio. Haji tinggal instruksi, coba wan main di sini, gendangnya begini. Terus sampai semua ketemu yang pas. Haji membiarkan masing-masing personil bermain sesuai feeling-nya, bila cocok bungkus, bila ngga cocok cari terus sampai cocok. Saling ngotot sih biasa. Kalau untuk film rekamannya per album karena harus dicocokkan dulu dengan skenario terutama untuk lagu-lagu duet, meskipun ada juga lagu yang sudah ada sebelumnya dimasukkan ke dalam album soundtrack. Menginjak tahun 90-an, sudah mulai berkurang

 
album inilah yang pertamakali di bawa dan diperdengarkan kepada produser dan musisi di Amerika Serikat PDF Cetak Email

Konon album inilah yang pertamakali di bawa dan diperdengarkan kepada produser dan musisi di Amerika Serikat. Perkawinan musik yang memadukan barat (rock) dan timur (musik melayu/dangdut ala SONETA) berhasil melahirkan warna musik baru yang dinamakan Rhoma sebagai Dynamic Dangdut. Sebuah revolusi yang pada mulanya ditentang, dipertanyakan bahkan diramalkan akan ditinggalkan pasar ternyata justru menjadi cetak biru bagi seluruh musik dangdut di tanah air. Semua group dangdut akhirnya mengikuti apa yang dibuat SONETA hingga saat ini. Apa yang ditampilkan Soneta pasti diikuti. BUkan hanya penampilan Rhoma Irama yang berjanggut saja yang diikuti, sampai selendang, kalung, sepatu hingga ikat tangan-pun diikuti. Perubahan apapun pada SONETA selalu menjadi kiblat group dangdut, Soneta memakai brass section diikuti, SONETA memakai backing vocal, juga di ikuti, meskipun terkadang lucu juga melihat group dangdut yang memakai backing vocal hanya sebagai "pemanis" yang bergoyang-goyang tanpa ada pembagian wilayah suara yang jelas. Album inilah yang membuat Manager show The Rolling Stones tertarik dan berniat mengajak SONETA dalam pertunjukan di Amerika, namun hal ini tidak terlaksana karena pemerintah saat itu tidak memberikan izin bagi Rhoma Irama dan SONETA.

Mengapa album ini sangat menarik perhatian ?

Album ini terasa lebih segar dari album-album sebelumnya karena menghadirkan komposisi musik yang benar-benar dahsyat. Lengkingan melody, dentuman bass dan hentakan gendang yang dikombinasikan dengan pukulan remo saling mengisi dengan harmonis. Tehnik bermain tingkat tinggi semakin ditunjukkan oleh Rhoma Irama dengan petikan melody yang semakin lincah (perhatikan melody pada lagu Insya Allah yang begitu rumit dan panjang). H. popong dan H. Chovif-pun makin menunjukka kelasnya dalam memainkan Bass dan Gendang. Bila kita dengarkan secara khidmat lagu "Lelaki", mulai dari intro hingga akhir akan terdengar sesuatu yang baru yang belum pernah ditampilkan pada album-album sebelumnya.Permainan H. Popong dan H. Chovif benar-benar berkelas. Tema lagu-pun dibuat sangat beragam. Rhoma tidak hanya bicara soal cinta yang merana dan melenakan (Siapa, Bulan dan Tak Pernah) tetapi bicara juga tentang sosial (Begadang II, Terpaksa) dan tentu saja tentang pesan dakwah (Insya Allah dan Lelaki).

 
KETIKA RAJA KAMI “DIPAKSA” MENYAKSIKAN PENAMPILAN YANG “ TIDAK BERKELAS “ PDF Cetak Email

Sungguh, selama ini saya tidak pernah menyaksikan langsung tayangan dangdut di MNC TV, termasuk yang menampilkan Rhoma Irama dan SONETA. Biasanya lebih suka melihat yang sudah diupload di youtube, lebih nyaman tanpa iklan.

Semalam menyempatkan diri untuk menyaksikan langsung lewat tayangan tv karena tertarik dengan judul acara “ Malam Puncak MNC Dangdut Award 2014”, apalagi kabarnya ada sajian istimewa yang akan dipersembahkan kepada Pak haji dan Soneta yang kebetulan pada saat itu berulang tahun.

Namun ternyata apa yang disajikan semalam sangat jauh dari apa yang dibayangkan. Ketika membaca judul Malam Puncak, dalam benak terbayangkan bahwa ini acara spektakuler, acara akhir dan utama dari tahapan-tahapan acara yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Pasti akan dibuat semegah mungkin, dengan tata panggung dan sound system yang prima serta artis penampil pilihan.

 
Bersama Neneng Susanti PDF Cetak Email

Bersama Neneng Susanti, Tati Hartati adalah penyanyi pendamping disetiap penampilan Soneta Group sejak era Elvy S hingga Rita. S. Namun entah mengapa Rhoma Irama tidak mengajaknya untuk ikut Rekaman album Soneta....

 
Soneta Kehilangan Ruh Musiknya PDF Cetak Email

“ Saya sering mendapat pernyataan dan pertanyaan tentang penampilan SONETA akhir-akhir ini yang katanya terdengar “kosong” dan kurang “greget”. Ini harap dimaklumi karena saat ini personil Soneta diisi hanya para pemain music, bukan pembuat musik. Jadi wajar jika ada ruh yang hilang karena ruh itu ada pada pembuat bukan pemain. Ketika kami bersama membuat music untuk lagu Soneta, itu memang benar-benar dari hati. Perlu diskusi dan pendalaman yang bukan main-main, ribut, ngotot, saling pertahankan ego, itu sudah biasa. Dari “pertengkaran” itu justru lahir karya yang benar-benar hidup. Namun begitu saya tetap mengapresiasi dan berterima kasih kepada adik-adik saya yang saat ini mencoba menghidupkan ruh pada lagu yang dulu kami buat.

 
Soneta The Crew PDF Cetak Email

ZULHAM EFFENDI (GENDANG DHOLAG)

“ Saya bergabung dalam SONETA atas ajakan dari Pak Haji Chovip. Saat itu Pak Haji Chovip meminta saya untuk datang kerumahnya dikawasan Depok. Tidak dijelaskan saat itu maksud dan tujuannya meminta saya datang kerumahnya. Sayapun tidak bertanya lebih jauh karena saya memang sudah sejak tahun 2005 lalu sudah menjadi murid dari Pak Haji Chovip untuk belajar gendang. Sampai dirumahnya langsung saya diajak berlatih lagu-lagu SONETA yang anehnya kali ini beliau juga ikut bermain. Beliau memakai gendang dangdut yang biasa dan saya pakai gendang dholag. Berhari-hari kami bermain bersama hingga pada saat menjelang pertunjukan di MNC TV barulah Pak Haji Chovip bercerita bahwa pada saat Pak Haji Oma berkunjung ke India disana beliau menyaksikan petunjukan musik India secara langsung, dan yang menarik perhatian beliau adalah komposisi musik India tersebut yang begitu semarak dengan adanya gendang yang dimainkan oleh lebih dari 2 orang. Hingga setiba di Jakarta Pak Haji Oma meminta Pak Haji Chovip untuk mencari 2 orang pemain gendang lagi masing-masing untuk gendang tabla dan gendang dholag. Pak Haji Chovip berkata kepada Pak Haji oma bahwa kalau pemain gendang lebih dari 2 orang akan sulit menyelaraskan nada, apalagi bila harus mencari pemain tabla. Untuk bisa menguasai dan memainkan tabla pada tingkat dasar saja dibutuhkan waktu pendalaman sekitar 1 tahun. Akhirnya Pak Haji Oma dan Pak Haji Chovip sepakat untuk menambah 1 orang pemain gendang yang akan memainkan dholag.

 
Oma Irama Masih Tentang Beni Subarja PDF Cetak Email

Beberapa pernyataan "emosional " Pak haji terkait pertanyaan wartawan perihal perseteruan dengan Benny Soebardja dan pro-kontra berjubah dan bersurban diatas panggung....(maklum masih era darah muda)

 
SYAEFUL HUSNI SADIKIN : “ MENGINJAKKAN KAKI DI STUDIO SONETA TIDAK BISA DICERITAKAN RASANYA…” PDF Cetak Email

“ Semua serba tidak diduga ketika Pak Koko, personil Soneta, yang kebetulan ayah dari Kiki, teman baik saya di music, menelpon dan menanyakan  tentang instrument Trombone yang saya sukai. Saya ceritakanlah apa yang saya ketahui dan juga pengalaman saya memainkan alat tiup tersebut bersama beberapa grup music. Selama ini saya freelance membantu grup music teman-teman dalam pertunjukan maupun rekaman studio. Selain itu saya juga beberapakali tergabung dan tampil dalam OVJ di Trans 7 dan D’Terong di Indosiar. Saya main di grup biasa maupun big band orchestra.

Saya pertamakali melihat pertunjukan Soneta secara langsung itu pada saat Soneta tampil di OVJ sekitar tahun 2012 lalu. Waktu itu saya belum kenal dengan Kiki dan tentunya belum kenal juga dengan pak Koko personil Soneta. Siapapun pasti kagum melihat penampilan music Soneta yang begitu wah dengan lengkap dengan brass section dan  backing vocal-nya.

Ketika saya sudah kenal dengan Kiki dan disitulah saya tahu kalau dia anak dari personil Soneta. Sambil bergurau saya bilang, “Soneta bagus ada brass section tapi sepengetahuan saya jika hanya sax, alto sax dan terompet itu sepertinya ada yang kurang, harus dilengkapi dengan trombone”. Pembicaraan itu mengalir begitu saja tanpa ada kesan apapun. Hingga pada tanggal 18 Januari tiba-tiba Pak Koko menelpon saya tentang Trombone itu dan tanpa saya tahu ternyata hal itu telah tersampaikan kepada Pak Haji Rhoma. Dimintalah saya datang kerumah Kiki. Disana saya diceritakan tentang keinginan Pak haji merekrut pemain Trombone. Dirumah pak Koko-lah saya mempelajari lagu-lagu Soneta yang umum dan sering dibawakan dipentas.  Terus terang saya tidak menguasai banyak lagu-lagu Soneta karena selama ini main lagu-lagu apa saja, bila ada lagu Soneta itu-pun sebatas yang terkenal semacam Dangdut (terajana), Kereta Malam, dsb.

 
MENGGUGAT REVOLUSI KE- DUA ( QUO VADIS SONET 2 BAND ? ) PDF Cetak Email

MENGGUGAT REVOLUSI KE- DUA ( QUO VADIS SONET 2 BAND ? )

" Saya menyebutnya revolusi dangdut kedua, setelah Soneta. Ini dilakukan agar dangdut dapat kembali bersaing dengan musik-musik lain, seperti dulu Soneta pernah melakukannya. Sekarang giliran Sonet 2 Band," (Rhoma Irama, 22/1/2009).

Pernyataan bombastis itu diucapkan Rhoma Irama pada saat launching album perdana Ridho Rhoma and Sonet 2 Band di Planet Hollywood 6 tahun silam. Tak berlebihan jika Pak haji , begitu biasa beliau disapa, menyatakan hal itu. Meskipun terdengar bukan sebagai sesuatu yang baru namun sebagai sajian musik, apa yang ditampilkan Sonet 2 Band memang terasa beda dengan sajian music pop Indonesia pada masa itu yang tengah “tersandera” oleh kepungan music pop metal (melayu total), yang oleh sebagian orang disebut juga Melayu Alay. Musik Sonet 2 tak ubahnya techno-pop yang diselingi tabla. Yang dapat mencirikan ini sebagai bagian dari music dangdut hanyalah karena yang dibawakan adalah lagu-lagu lawas yang popular lewat suara Rhoma Irama dan Soneta Group.

 
Meniti Karir Didunia Musik PDF Cetak Email

Sejak awal meniti karier didunia musik, Rhoma Irama sudah menunjukkan keseriusannya baik dalam rekaman maupun performance panggung. Seperti dalam foto ini, meskipun hanya untuk penampilan diatas panggung, beliau dengan serius mempersiapkan kostum berikut hiasan wajah, serta tongkat untuk menghidupkan visualisasi lagu " Pengemis Buta ".

 
Perbedaan Suara Rhoma Irama PDF Cetak Email

BEDA SUARA
Mendengarkan suara Pak Haji pada album-album produksi Dimita, Metropolitan, hingga Musika sepertinya (meminjam istilah tilam) agak 'padat'. Tapi begitu masuk pada album rekaman produksi Remaco hingga Yukawi suaranya 'empuk'.
Kemudian pada saat mendengarkan Pak Haji nyanyi lagu TERPAKSA (akustik) dalam adegan mengamen dalam film Berkelana, suaranya seperti pada rekaman album-album produksi Dimita, Metropolitan, maupun Musika.

 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL